
Peringatan Hari Jadi Kalurahan Jatimulyo ke-78: Refleksi Sejarah, Doa Bersama, dan Harapan Baru
Pada tanggal 16 Maret 2025, Kalurahan Jatimulyo akan merayakan usia yang ke-78, sebuah momen bersejarah yang menggambarkan perjalanan panjang dalam membangun dan menjaga kebersamaan masyarakat. Acara ini diselenggarakan dengan penuh rasa syukur, penghormatan terhadap para leluhur, serta semangat kebersamaan untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Peringatan Hari Jadi ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengingat kembali jasa para pemimpin dan warga terdahulu, tetapi juga sebagai ajang memperkuat persatuan, harmoni antar umat beragama, dan semangat gotong royong yang selalu menjadi nilai dasar masyarakat Jatimulyo.
Ziarah Kubur: Menghargai Jasa Para Pemimpin Terdahulu
Peringatan Hari Jadi Kalurahan Jatimulyo ke-78 akan diawali dengan ziarah kubur pada Sabtu, 15 Maret 2025, pukul 15.00 hingga selesai. Ziarah akan dilakukan di dua lokasi penting, yaitu Makam Santren dan Makam Tengisan, tempat dimakamkannya para mantan lurah yang telah berjasa membangun pondasi kuat bagi Kalurahan Jatimulyo. Ziarah ini diikuti oleh sesepuh Jatimulyo, pamong kalurahan, dukuh se-Jatimulyo, perwakilan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPK), perwakilan 4 pilar, serta tokoh-tokoh masyarakat.
Kegiatan ziarah ini bukan sekadar prosesi formal, tetapi memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghargaan terhadap para pemimpin terdahulu. Dengan melakukan ziarah, kita diingatkan bahwa apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari kerja keras dan pengabdian mereka. Harapan besar muncul agar Kalurahan Jatimulyo terus berkembang dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.
Malam Tirakatan: Doa Bersama dalam Kebersamaan
Seiring dengan momen Ramadhan yang penuh berkah, malam tirakatan untuk memperingati Hari Jadi Kalurahan Jatimulyo ke-78 akan diselenggarakan pada Sabtu malam, 15 Maret 2025, setelah pelaksanaan sholat tarawih, yaitu pukul 21.00. Acara malam tirakatan ini menjadi ajang refleksi, doa bersama, dan silaturahmi antara masyarakat Jatimulyo dan para pemimpin lokal.
Acara malam tirakatan ini akan dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat, antara lain sesepuh Jatimulyo, mantan pamong Kalurahan, perwakilan pemuka agama (Islam, Kristen, dan Buddha), Panewu Girimulyo, lurah se-Girimulyo, Kapolsek Girimulyo, Danramil Girimulyo, perwakilan BPK, perwakilan 4 pilar Jatimulyo, serta perwakilan tokoh-tokoh masyarakat. Kehadiran lintas tokoh agama dan pemimpin pemerintahan ini memperlihatkan bagaimana Kalurahan Jatimulyo menjaga harmoni dan kerukunan, meskipun terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda.
Pra-Acara: Karawitan sebagai Warisan Budaya
Sebelum acara utama dimulai, pertunjukan karawitan akan digelar sebagai pembuka yang dipersembahkan oleh para pamong Kalurahan Jatimulyo. Pertunjukan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai upaya melestarikan budaya tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Jatimulyo. Musik karawitan yang penuh makna ini menggambarkan kedalaman budaya dan keindahan warisan leluhur yang terus dirawat.
Rangkaian Acara Utama: Doa Lintas Agama dan Slametan
Setelah pra-acara selesai, rangkaian acara utama akan dimulai dengan pembukaan dan sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Kamituwa Jatimulyo, Bapak Sarijo, SM. Sambutan ini akan menandai dibukanya secara resmi peringatan Hari Jadi Kalurahan Jatimulyo ke-78 dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi ujudan slametan, sebuah tradisi doa bersama sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diterima oleh Kalurahan Jatimulyo. Prosesi ini akan dipimpin oleh Mbah Riyanto, salah satu sesepuh Jatimulyo yang dihormati. Slametan menjadi simbol kebersamaan, dimana semua elemen masyarakat berkumpul untuk berdoa dan memohon keselamatan serta keberkahan bagi Kalurahan.
Yang menjadi istimewa dari malam tirakatan ini adalah doa lintas agama, yang akan diawali oleh pemuka agama Buddha, kemudian Kristen, dan ditutup oleh doa dari pemuka agama Islam. Hal ini mencerminkan harmoni antar umat beragama di Kalurahan Jatimulyo, di mana keberagaman bukanlah penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan saling pengertian.
Setelah rangkaian doa selesai, akan dilakukan paritan tumpeng oleh Lurah Jatimulyo sebagai simbol syukur dan penghormatan kepada para leluhur serta tanda doa bagi kemakmuran masa depan. Tumpeng, yang melambangkan kekayaan alam dan berkah Tuhan, dipersembahkan sebagai tanda bahwa semua yang diperoleh oleh masyarakat adalah berkah yang harus disyukuri dan dijaga bersama.
Sambutan Panewu dan Penutupan
Sebagai puncak acara, Panewu Girimulyo, yang diwakili oleh Panewu Anom, akan menyampaikan sambutan resmi yang menandai pentingnya peringatan ini bagi kemajuan Kalurahan Jatimulyo dan apresiasi terhadap seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keharmonisan dan kemajuan daerah. Sambutan ini akan menjadi refleksi dari bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai kemakmuran yang berkelanjutan.
Acara akan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenangan akan momen berharga ini. Momen ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan demi kemajuan Kalurahan Jatimulyo di masa depan.
Live Streaming di Channel YouTube Lensa Jatimulyo
Untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, baik yang berada di lokasi acara maupun yang tidak dapat hadir secara langsung, bisa turut serta dalam peringatan ini, seluruh rangkaian acara akan disiarkan secara live streaming melalui YouTube Channel Lensa Jatimulyo, yang dikelola oleh tim Digital Jatimulyo. Dengan adanya siaran langsung ini, diharapkan seluruh masyarakat Jatimulyo, baik yang di rumah maupun yang berada di luar daerah, tetap dapat merasakan kebersamaan dan semangat perayaan Hari Jadi Kalurahan Jatimulyo ke-78.
Semoga peringatan ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga awal dari perjalanan baru menuju masa depan yang lebih baik. Dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, Kalurahan Jatimulyo diharapkan akan semakin sukses, makmur, dan jaya. Mari kita terus menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu, serta bersama-sama membangun Kalurahan Jatimulyo menuju masa depan yang lebih gemilang.