Jatimulyo, Kamis (14/05/2026) — Suasana penuh ketenangan, kebersamaan, dan semangat pelestarian alam menyelimuti kawasan Ekowisata Sungai Mudal pada Kamis pagi. Umat Buddha Jatimulyo menggelar kegiatan Tribuana Manggala Bhakti, sebuah rangkaian kegiatan spiritual yang dipadukan dengan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh umat Buddha, tokoh masyarakat, pemerintah kalurahan, serta berbagai unsur masyarakat yang hadir untuk bersama-sama merayakan nilai kebersamaan dan harmoni kehidupan.
Rangkaian acara diawali dengan Kirab Amisa Puja, sebuah prosesi yang berlangsung dengan penuh ketertiban dan kekhidmatan. Iring-iringan peserta berjalan dengan suasana yang sarat makna, mencerminkan semangat kebersamaan serta penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi.
Setelah kirab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Puja Bakti Manggala yang dipusatkan di Amphitheater Sungai Mudal. Di tengah suasana alam yang asri dan udara pegunungan yang sejuk, lantunan doa serta puja bakti berlangsung penuh ketenangan. Momen tersebut menjadi ruang refleksi spiritual yang mengajak seluruh peserta untuk memperkuat rasa syukur, persaudaraan, dan cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup.
Tidak hanya berhenti pada kegiatan spiritual, Tribuana Manggala Bhakti juga diwujudkan melalui aksi nyata dalam bentuk Abhaya Dana atau kepedulian terhadap kelestarian alam. Kegiatan ini diwujudkan melalui pelepasan bibit ikan, penanaman pohon, serta pelepasan burung ke habitatnya.
Aksi tersebut menjadi simbol penting bahwa hubungan manusia dengan alam harus terus dijaga dalam keseimbangan. Melalui langkah sederhana namun bermakna, para peserta diajak untuk turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Dalam sambutannya, Lurah Jatimulyo, Bapak Anom Sucondro, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Tribuana Manggala Bhakti yang mampu memadukan nilai spiritual, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Beliau juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak harus selalu dilakukan secara besar dan mewah.
"Dalam melaksanakan sebuah kegiatan tidak perlu dibuat meriah dan berlebihan. Cukup dilaksanakan dengan sederhana, namun tetap khidmat serta menjunjung tinggi nilai dan marwah kegiatan itu sendiri," ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa esensi utama sebuah kegiatan bukan terletak pada kemegahan acara, melainkan pada nilai, makna, dan manfaat yang dapat dirasakan bersama.
Pelaksanaan Tribuana Manggala Bhakti di Jatimulyo ini menjadi bukti bahwa keberagaman dapat berjalan berdampingan dengan semangat persatuan, serta memperlihatkan bahwa nilai spiritual dan pelestarian lingkungan dapat saling menguatkan. Dari kawasan Ekowisata Sungai Mudal, pesan tentang harmoni antara manusia, budaya, dan alam kembali digaungkan untuk terus dijaga dan diwariskan.